Menghilangkan Amandel

Menghilangkan Amandel
Menghilangkan Amandel
Gambar letak amandel


DEFINISI PENYAKIT AMANDEL
Menurut Carapedia
Amandel atau yang biasa juga disebut tonsil adalah sekumpulan jaringan limfoid yang terletak di kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Amandel ini berfungsi untuk mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Sehingga tidak heran bila amandel mengalami peradangan. Peradangan pada amandel ini lah yang di masyarakat umum sering disebut dengan penyakit amandel. 

Menurut Wikipedia
Radang amandel (bahasa Inggris: tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam.
Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi), dan tidak jarang disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri menelan, tapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia)
Kapan amandel harus dibedah? Para ahli masih belum satu pendapat mengenai ini, namun umumnya literatur klinik membagi indikasi pembedahan radang amandel (tonsilektomi) atas 2 yaitu:
  1. Absolut (mutlak: harus dibedah)
  2. Relatif (tidak mutlak: sebaiknya dibedah)

PENYEBAB PENYAKIT AMANDEL
Penyebab penyakit amandel adalah kuman golongan Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus viridans, dan Streptococcus pyogenes. Pada individu yang rentan, peradangan dapat disebabkan oleh faktor lain selain infeksi kuman itu sendiri. 
Faktor yang lain tersebut antara lain :
- Debu
- Asap rokok
- Makanan berminyak
- Kelelahan
- Cuaca
- Buah-buahan


Komplikasi Radang Amandel
Komplikasi yang sering terjadi adalah radang tenggorokan, infeksi pada saluran telinga maupun hidung dan jika dibiarkan dapat mengakibatkan gangguan pada jalan nafas atas.

Komplikasi lain yang sangat mungkin terjadi adalah timbulnya abses peritonsiler atau yang disebut dengan quinsy. Penyebabnya adalah terdorongnya sekelompok bakteri karena adanya jaringan baru. Mudah mengenali orang yang menderita penyakit ini. Pertama nafasnya bau, yang kedua, kepala penderita akan cenderung miring ke satu sisi untuk mengurangi rasa sakit.
 
 
GEJALA  DAN TANDA PENYAKIT AMANDEL:
  • Merasakan nyeri pada bagian tenggorokan
  • Susah menelan makanan
  • Tubuh demam, bahkan suhu tubuh bisa mencapai 40 derajal celcius
  • Klinis penderita lemah
  • Mengalami rasa gatal pada tenggorokan
  • Sendi terkadang terasa nyeri
  • Tidak memiliki nafsu makan
  • Pada kondisi tertentu mengalami nyeri pada bagian telinga
 
 
CARA MENCEGAH PENYAKIT AMANDEL:
Penyakit amandel bisa dihindari dan dicegah dengan cara mengkonsumsi banyak air putih, juice dari buah asli, serta susu terutama saat tubuh mulai demam. Menghindari terlalu sering minum es, gorengan, makanan yang diawetkan, serta makanan yang mengandung banyak penyedap rasa serta bahan kimia. Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung sumner antioksidan (beta karoten, vitamin C, serta vitamin E) yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
 
 
CARA MENGOBATI PENYAKIT AMANDEL:
Pada tahap awal, pengobatan penyakit amandel ini bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik golongan penisilin atau sulfonamide dalam waktu 5 hari berturut - turut. Selain itu, bila diperlukan, bisa juga diberikan obat penurun panas bila anak mulai merasa tidak nyaman. Pemberian obat kumur juga bisa mengurangi rasa sakit serta mempercepat proses penyembuhan.

Namun, apabila anak mengalami radang / sakit amandel yang berulang lenih dari 3x dalam setahun, maka itu merupakan suatu indikasi untuk segera dilakukan operasi pengangkatan tonsil / amandel  yang disebut sebagai operasi tonsilektomi.

CARA MENGOBATI RADANG AMANDEL DENGAN HERBAL (Secara Alami)


Berikut ini ada 3 bahan untuk membuat ramuan obat amandel :
1. Cara Pertama
Bahan-Bahan :
- 2 buah mengkudu
- Madu murni secukupnya

Cara Pemakaian :
- Buah mengkudu diperas terlebih dahulu, lalu saring
- Kemudian tambahkan sedikit air panas
- Setelah itu air perasan dimasukkan ke dalam gelas
- Tambahkan madu dan aduk sampai rata
- Gunakan untuk berkumur terlebih dahulu lalu ditelan
- Lakukan 3 kali sehari


2. Cara Kedua
Bahan-Bahan :
- 3 buah jeruk nipis
- Kapur sirih secukupnya

Cara Pemakaian :
- Jeruk nipis diperas dan ambil airnya
- Kemudian tambahkan sedikit kapur sirih
- Lalu aduk sampai bahan tercampur rata
- Minum sebelum tidur pada malam hari
- Lakukan selama 3 hari berturut-turut


3. Cara Ketiga
Bahan-Bahan :
- 15 gram kulit manggis kering
- 2 sendok teh minyak permen

Cara Pemakaian :
- Kulit manggis direbus dengan 2 botol air
- Diamkan hingga mendidih dan tersisa 1 botol
- Kemudian tetes minyak permen dan aduk hingga rata
- Gunakan untuk berkumur selama beberapa menit lalu telan
- Lakukan secara rutin 3 kali sehari

CARA MENCEGAH TERJADINYA RADANG AMANDEL KAMBUH 
Sebaiknya minum air putih  sebanyak mungkin atau bisa diganti dengan sari buah. Hal ini sangat baik dilakukan selama demam.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati radang amandel atau Tonsilitis adalah :
* Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
* Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
* Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
* Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
* diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
* Istirahat yang cukup.

OPERASI AMANDEL
Foto ilustrasi operasi amandel

Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan di mana amandel Anda diangkat. Sebelum melakukan pengangkatan amandel, pastikan untuk membahas potensi efek samping pengangkatan amandel dengan dokter Anda. 
 
Agar Anda tidak merasa cemas, Berikut ini hal yang biasa terjadi setelah Anda melakukan tonsilektomi (Efek samping pasca operasi amandel):
 
Sakit
 
Setelah amandel diangkat, Anda akan mengalami rasa sakit, terutama di bagian belakang mulut atau tenggorokan. Ini mungkin tidak nyaman atau sulit bagi Anda untuk konsumsi makanan tertentu setelahtonsilektomi. Untuk mengurangi rasa sakit yang Anda alami saat makan, situs Patient UK menyarankan Anda menghindari konsumsi makanan pedas, alkohol atau makanan panas, seperti sup. Nyeri bisa ringan sampai berat dan akan semakin mereda karena tubuh Anda akan menyembuhkan.
 
Perdarahan

Perdarahan kecil setelah tonsilektomi adalah normal dan dapat menyebabkan gejala tambahan, seperti mual sementara. Jika Anda mengalami perdarahan yang berlebihan atau mulai muntah darah setelah amandel Anda diangkat, cari perawatan medis darurat segera. Situs The Better Health Channelmemperingatkan bahwa gejala-gejala mungkin tidak berkembang sampai sepekan setelah operasi.
 
Infeksi
Infeksi dapat berkembang di lokasi sayatan bedah Anda. Jika itu terjadi, Anda bisa mengalami demam, kelelahan, nyeri tubuh, atau sakit kepala. Infeksi juga dapat menyebabkan bau busuk. Jika Anda menunjukkan tanda-tanda infeksi setelah operasi amandel, cari perawatan medis darurat.
 
Rasa tidak nyaman

Proses pengeringan luka membentuk pada sayatan bedah saat Anda mulai penyembuhan. Ini  dapat menyebabkan rasa tidak enak di mulut Anda. Gejala ini akan mereda setelah tubuh Anda telah sembuh.
 
Sakit telinga
Penghilangan amandel dapat menyebabkan Anda merasakan sakit telinga setelah operasi. Nyeri sakit telinga biasanya ringan atau sedang dan dapat mengganggu kemampuan Anda untuk mendengar secara normal.

Mengobati Tifus / Tipes / Typus

Mengobati Tifus / Tipes / Typus
Mengobati Tifus / Tipes / Typus
Organ yang terserang tipes
Penyakit Tifus atau yang biasa dikenal orang dengan sebutan Tipes merupakan penyakit yang sukar dideteksi. Sehingga banyak diantara penderita tifus atau tipes yang terlambat mendapat pertolongan dan akan menyebabkan komplikasi seperti perdarahan usus, usus bisa berlubang serta akan menimbulkan komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru-paru, ginjal, hati dan sistem kesadaran. Penyakit tifus pada umumnya ditandai dengan demam tinggi tanpa disertai batuk maupun pilek yang berlangsung selama satu minggu atau lebih dimana demam tersebut sukar untuk diturunkan meskipun telah diberi obat penurun demam. 

Tifus dapat mengacu kepada dua hal:
  • Demam tifoid, penyakit yang sering ditemukan di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica.
  • PenyakitRickettsia (typhus), penyakit yang disebabkan oleh bakteri genus Rickettsia yang disebarkan oleh kutu.
Namun untuk artikel kali ini akan membahas mengenai demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica.

Definisi Penyakit Tipes
Definisi menurut wikipedia
Demam tifoidatau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella entericakhususnya turunannya yaitu Salmonella Typhosa (Salmonella Typhi). Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja. (wikipedia)

Definisi secara umum
Dalam istilah kedokteran tifus disebut dengan demam tifoid. Penyebabnya adalah BakteriSalmonella Typhi A, B atau C. Kuman ini hidup di air kotor, makanan yang tercemar dan lingkungan kotor lainnya. Penyakit ini menginfeksi pada usus halus dan terkadang pada aliran darah, selain ini dapat juga menyebabkan Gastroenteritis (keracunan makanan) dan Septikemia (keracunan darah / Blood Poisoning)

Penyakit tipes biasanya menyerang dalam keadaan tubuh yang kurang fit atau daya tahan tubuh yang lemah karena terlalu capek dan sering makan yang tidak teratur dan kurang higienis, penyakit tipes di akibatkan oleh infeksi bakteri  salmonella typhosa melalui minuman dan makanan, kuman yang berada dalam makanan tersebut kemudian masuk ke lambung lalu terus ke usus halus setelah di dalam usus halus bakteri ini kemudian memperbanyak diri dan lepas menelusuri tubuh lewat darah yang mengakibatkan badan menjadi panas tinggi. Di antara bermacam jenis penyakit Infeksi yang terkadang dinamakan demam, tifus atau biasa di sebut tipes merupakan salah satu penyakit yang di kategorikan Berbahaya.

Tentang Bakteri Salmonella Typhi
Salmonella Typhi
Salmonella
Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoidparatifod, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi

Patogenitas
Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Gejala lainnya adalah demamsakit kepalamual dan muntah-muntah. Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhiS. typhimurium, dan S. enteritidis. S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. 

Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian. S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang lain. Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Penularan Penyakit Tipes
Cara penularan umumnya masuk ke mulut karena makanan, jari tangan / kuku kotor (apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan) dengan masa inkubasi rata-rata 7 - 14 hari setelah terinfeksi. Setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam.

Gejala dan Tanda Penyakit Tipes
Gejala klinis yang ditemukan setelah lewat masa inkubasi adalah demam tinggi, biasanya suhu badan dimalam hari lebih tinggi daripada siang hari, dan terus menerus hingga dapat mencapai 3 mingguan. Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap. Perut sering kembung, dan konstipasi (tidak buang air besar selama beberapa hari). Penanganan yang tidak baik dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi yang cukup parah baik organ usus maupun selain usus.

Diagnosis Penyakit Tipes
Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan laboratorium seperti :
1. Terjadinya penurunan sel darah putih
2. Anemia rendah karena pendarahan pada usus
3. Trombosit menurun
4. Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin
5. Peningkatan titer Widal
Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit.
Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung.
Serta, periksakanlah apakah kandung empedu anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu.

Penanganan Umum Penyakit Tipes
Penanganan umumnya, jika kondisi pasien tidak berat dan didiagnosa oleh dokter sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih dapat dirawat di rumah. Namun kondisi harus selalu diawasi jika mendadak suhu turun, nadi meninggi,dan perut mulas melilit. Tujuan utama adalah beristirahat total di tempat tidur (bed rest), tidak banyak bergerak serta banyak minum. 
Untuk makanan tidak perlu selalu harus lunak, asal jangan makan yang merangsang seperti makanan pedas dan asam. Kesembuhan penderita dari penyakit ini dipengaruhi beberapa hal, yaitu umur, keadaan umum, tingkat kekebalan tubuh penderita dan daya infeksi kuman yang masuk serta cepat dan tepatnya pengobatan. 

Cara Mengobati Penyakit Tipes Secara Alami (Herbal)
Cara mengobati tipes dengan ramuan dari bahan-bahan alami yang bisa kita gunakan adalah sebagai berikut :

·         Sawo muda

Ambil 3 buah sawo muda cuci bersih lalu parut dan peras dengan menggunakan kain bersih lalu minum airnya sehari cukup 1 kali selama 2 hari untuk anak-anak dan 3 hari untuk orang dewasa.

·         Mentimun

Mentimun bisa di pergunakan untuk menurunkan panas, caranya 2 buah mentimun lalu parut dan saring dan minum sarinya 3 kali sehari sampai panasnya turun.

·         Kunyit

2 ruas jari kunyit  iris-iris tipis + 20 lembar daun pegagan + 11 lembar daun sambiloto lalu rebus dengan 4 gelas air hingga menjadi 3 gelas lalu minum airnya 3 kali sehari.

·         Temu lawak

Ambil 2 ruas jari temu lawak lalu di tubuk atau bisa juga di iris-iris tipis lalu rebus dengan 2 gelas air hingga menjadi 1 gelas untuk minum sehari sekali lakukan selama kurang lebih 2 bulan sampai penyakitnya sembuh.

Mengobati tipes dengan cacing tanah
Cacing Tanah
Cacing tanah
Nutrisi yang Terkandung di Dalam Cacing Tanah
Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup di dalam tanah yang gembur dan lembab. Lumbricus rebellus memiliki kandungan nutrisi. Diantaranya mengandung kadar protein sangat tinggi yaitu, sekitar 76 %, protein asam amino berkadar tinggi, 17 % karbohidrat, 45 % lemak dan abu 1,5 %.
Hasil penelitian terhadap cacing tanah menyatakan bahwa cacing tanah memiliki senyawa aktif yang mampu melumpuhkan bakteri patogen, khususnya Eschericia coli berlebih penyebab diare.

Cara membuat obat tipus dari cacing tanah (lumbricus rubellus)

Proses pengolahan lumbricus rubellus, dilakukan dengan system higroscopy. Yaitu kandungan air cacing tanah diserap dengan menggunakan kain kasa. Berikit langkah-langkahnya :
1. Cari cacing tanah merah yang bentuknya kecil – kecil, (cacing kruntel yang biasa digunakan untuk umpan memancing ikan) dan bukan cacing yang hitam dan besar.
2. Bersihkan dan pastikan sudah tidak ada unsur tanah atau kotoran lain, sekedar untuk menjaga higienisnya saja.
3. Tuangkan air kira – kira 3 gelas untuk ukuran diminum 3 X sehari.
4. Masukkan cacing dan rebus hingga mendidih.`
5. Saring dan ambil airnya saja.
6. Dinginkan sebentar atau minumkan hangat – hangat.
  
Bentuk Obat Tifus dari Cacing Tanah
1). Pil Cacing
2). Kapsul Cacing
3). Extrak Cacing
4). Cacing yang Dikeringkan
5). Jus Cacing Tanah


Penanganan pasca terkena Tipes adalah :
1. pola makan yang benar, misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari.
2. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga.
3. Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus).
Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat – tinggi kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul.
Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat.
Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ).
Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.

Pencegahan Penyakit Tipes
Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan sarana air minum yang memenuhi syarat kebersihan, pembuatan jamban yang higienis, pemberantasan lalat dan pengawasan terhadap rumah makan dan penjual makanan, serta tidak melupakan untuk mencuci tangan sebelum makan. Adapun pemberian vaksinasi tifoid setiap 3 tahun. Untuk anak sebaiknya diajarkan hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak jajan sembarangan bagi anak yang sudah lebih besar.

Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes.
Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.

Panu, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Panu, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Panu, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Panu di wajah
Kulit adalah organ tubuh yang pertama kali terkena polusi oleh zat-zat yang terdapat di lingkungan hidup kita, termasuk jasad renik (mikroba) yang tumbuh dan hidup di alam dunia ini. Oleh sebab itu setelah manusia dilahirkan kulitnya akan segera terkontaminasi oleh berbagai jasad renik, mula-mula yang berasal dari alat pembantu waktu melahirkan misalnya kain, handuk, seprei, bantal, atau kasur tempat tidur, kemudian oleh baju, tangan-tangan, air, meja, dan alat lainnya yang pasti kemudian berhubungan dengan kulitnya.

Rupanya banyak jasad renik yang betah tinggal di permukaan kulit manusia karena suasana hidup yang cocok, baik suhu, kelembaban, atau keasaman (pH), atau makanan yang dibutuhkan jasad renik untuk berkembang biak yang berasal dari sel keratin yang lepas (berisi protein), lemak di permukaan kulit yang diproduksi oleh kelenjar palit kulit (berisi lipid-lipid) atau air, garam, dan gula yang berasal dari kelenjar keringat ekrin atau apokrin.

a. Definisi Panu Menurut Beberapa Sumber
Menurut Blog Perawat
Panu merupakan salah satu mikosis superficialis yang masih sering terjadi. Panu (pitiriasis versikolor) adalah penyakit jamur yang mengenai lapisan kulit bagian atas, bersifat ringan, menahun dan biasanya tidak memberikan keluhan subjektif pada penderita. Sepintas, penyakit ini sepele, namun ternyata sering menimbulkan masalah kosmetik bagi penderita, terlebih bila “serangannya” di bagian wajah. Selain masalah kosmetik, pengobatan pada panu juga membutuhkan waktu cukup lama. Panu disebabkan oleh spesies malassezia furfur.

Menurut Wikipedia
Panau atau Panu atau Pitriyasis versikolor merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita. Beda halnya dengan jerawat yang terlihat menonjol di kulit, panu justru tidak menonjol dan biasanya akan terasa gatal apalagi bila terkena keringat. Jamur yang menyebabkan panu adalah Malassezia Furfur namun pada laman wikipedia menyebutkan bahwa penyebab panu adalah Candida Albicans, namun menurut beberapa sumber kurang benar karena Candida Albicans hidup didalam saluran pencernaan manusia.

Panu paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panu juga bisa ditemukan pada penderita berumur yang lebih tua atau lebih muda. Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat. Biasanya panu terdapat pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panu terutama ditemukan di daerah yang lembap dan dilindungi pakaian. Selain menyebakan gatal pada kulit, panu juga membuat penderitanya menjadi tak percaya diri.

b. Jamur Penyebab Panu
Malassezia Furfur Sebagai Flora Pada Kulit Penyebab Panu
Panu, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Malassezia Furfur
 Pada kondisi kulit normal, terdapat flora normal yang berhubungan Pityrosporom sp . Malassezia furfur  merupakan bentuk spora yang merupakan penyakit baberubah menjadi patogen. Ada dua faktor seseorang menderita mikosis, yakni faktor eksogen dan endogen. Lebih jauh dia menjelaskan, faktor eksogen merupakan dampak dari luar tubuh manusia, seperti kelembaban dan suhu yang tinggi. Kemudian higiene perorangan kurang baik, dan pakaian yang terlalu tertutup. Kemudian faktor endogen atau yang berasal dari tubuh manusia sendiri.
Penyakit ini biasanya disebabkan kulit berminyak, keadaan tubuh yang cenderung lebih banyak berkeringat, faktor genetik juga berperan, dan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun seperti pada penderita yang mendapat pengobatan steroid dalam jangka waktu lama. Menurut dia, gejala penyakit panu awalnya berupa bercak-bercak warna putih hingga kecoklatan, dapat berbentuk teratur atau tidak teratur, serta kadang disertai sisik halus di atasnya. Bercak itu bakal tampak lebih jelas dan berpendar warna khusus jika dilihat di bawah lampu wood. Lokasi tubuh yang paling sering diserang penyakit ini adalah dada punggung, ketiak, lipatan paha, lengan, tungkai atas, leher bahkan muka dan kulit kepala yang berambut.
Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Jamur ini tidak datang dari tanah atau binatang, tetapi ditemukan pada kulit manusia sebagai penghuni tetap pada lapisan atas kulit bersama dengan mikroba lainnya. Jamur ini tidak akan menjadi penyakit jika tidak ada faktor-faktor pendukung (pakaian yang lembab, panas dan tidak ada aliran udara). Pada lingkungan yang berminyak, jamur Malassezia furfur akan mengalami perkembangan yang optimal, oleh karena itu, bitik putih seringkali terjadi pada lengan atas bagian belakang, leher, dada dan wajah.
Panu disebabkan oleh spesies malassezia furfur. Pada kondisi kulit normal, terdapat flora normal (mikroorganisme yang secara normal ada dikulit manusia) yang berhubungan dengan munculnya panu ini yaitu Pityrosporom sp. Lalu, malassezia fufur merupakan bentuk spora, dan merupakan bentuk yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Bagaimana flora normal pada kulit bisa berubah menjadi patogen atau menimbulkan penyakit pada manusia, faktor-faktornya adalah sebagai berikut :
Faktor eksogen atau yang berasal dari luar tubuh manusia seperti kelembaban dan suhu yang tinggi, higiene perorangan kurang baik, dan pakaian yang terlalu tertutup.
Faktor endogen atau yang berasal dari tubuh manusia sendiri seperti kulit berminyak, keadaan tubuh yang cenderung lebih banyak berkeringat, faktor genetik juga berperan, dan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun seperti pada penderita yang mendapat pengobatan steroid dalam jangka waktu lama.

c. Gejala dan Tanda Penyakit Panu
Gejala penyakit panu adalah berupa bercak-bercak warna putih hingga kecoklatan, dapat berbentuk teratur atau tidak teratur, dan kadang disertai sisik halus di atasnya. Bercak itu akan tampak lebih jelas dan berpendar warna khusus jika dilihat di bawah lampu wood. Lokasi lesi terutama pada badan yaitu dada dan punggung, dan dapat menyerang ketiak, lipat paha dan lengan, tungkai atas, leher bahkan muka dan kulit kepala yang berambut. Karena kelainan ini biasanya tidak menimbulkan keluhan, maka seringkali penderita tidak menyadari timbulnya panu. Pada beberapa penderita, dapat merasakan keluhan gatal ringan terutama bila berkeringat pada lokasi lesi. Tatalaksana terutama yang paling penting adalah meminimalkan faktor-faktor predisposisi timbulnya panu sebagaimana yang sudah dipaparkan di atas

 d. Proses Terjadinya Panu
Sebagian besar kasus panu ini terjadi akibat aktivasi dari malassezia furfur akibat adanya perubahan keseimbangan flora normal kulit. Faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan tersebut antara lain adalah faktor lingkungan dan suseptibilitas individual. Faktor lingkungan yaitu faktor kelembaban kulit, sedangkan faktor individual yaitu penyakit yang mempengaruhi imunitas, malnutrisi, penggunaan obat-obatan yang menurunkan imunitas dan adanya kecenderungan genetik (keturunan). Akibat kondisi tersebut, malassezia furfur akan berkembang menjadi bentuk miselial yang bersifat patogenik yang terlihat secara klinis sebagai penyakit panu.
Penyakit ini paling banyak dijumpai pada usia belasan, walaupun pernah dilaporkan pada usia yang lebih muda dan tua. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang menghasilkan banyak keringat, karena jamur ini hidup dan berkembang biak dari hasil metabolisme sebum. Biasanya terdapat pada bagian atas dada dan meluas ke lengan, leher, perut, kaki, ketiak, pelipatan paha, muka, dan kepala. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang tertutup pakaian yang bersifat lembab. Keluhan ini pada awalnya timbul bercak yang berwarna coklat, bercak putih yang disertai dengan rasa gatal terutama pada waktu berkeringat. Bercak putih tersebut disebabkan oleh asam dekarboksilase yang dihasilkan oleh jamur yang bersifat kompetitif inhibitor terhadap enzim tirosinase dan mempunyai efek sitotoksik terhadap melanosit yang menghasilkan pigmen warna pada kulit

e. Cara Mengobati Panu Secara Alami (Tradisional)
  1. Cara menghilangkan panu dengan menggunakan bawang putih.
    Caranya, ambil 1 siung bawang putih potong menjadi 2 bagian dan gosok-gosokkan ke kulit yang terkena panu. Lakukan secara teratur pagi, siang, malam sampai panu tersebut kering dan mengelupas.dan sembuh
  2. Cara menghilangkan panu dengan ramuan jeruk nipis.
    Bahan-bahan yang disiapkan jeruk nipis dan belerang. Belah jeruk nipis menjadi 4 bagian dan tumbuk halus belerang. Irisan jeruk nipis tadi celupkan ke belerang kemudian gosokkan pada bagian tubuh yang berpanu. Lakukan sehabis mandi 2 kali sehari sampai sembuh.
  3. Cara menghilangkan panu dengan lengkuas.
    Ambil laos atau lengkuas yang masih basah atau baru kemudian potong menjadi 2 dan gosok gosoklah kebagian tubuh yang terkena panu sehari 2 kali selama seminggu, nanti panu lama lama akan kering dan mengelupas.

    Selain menggunakan ramuan alami diatas anda juga bisa mengobati panu dengan obat-obat yang tersedia di apotek seperti mycoral dan lain sebagainya..

    f. Cara mencegah timbulnya panu di bagian tubuh kita :
    • Mandi dengan menggunakan sabun yang berbahan antiseptik secara rutin, sehari dua kali. Hal tersebut untuk menghilangkan keringat yang setiap hari keluar dari tubuh. Selain menyebabkan bau asam, keringat juga akan meningkatkan kelembaban tubuh. Dalam keadaan seperti ini, panu akan mudah sekali tumbuh.
    • Usahakan untuk menghindari menggunakan pakaian atau handuk secara bergantian dengan orang lain, terlebih jika orang itu memiliki masalah dengan penyakit kulit. Sebab, panu merupakan penyakit menular yang mudah menempel pada pakaian.
    • Lepas / ganti pakaian setelah beraktifitas Karena penyebaran panu biasanya diarea yang lembap dan ditutupi oleh pakaian, maka usahakan segera untuk melepas atau mengganti pakaian anda  setelah beraktifitas apalagi aktifitas yang mengeluarkan keringat.
    • Tunggu keringat sampai kering Ketika kondisi tubuh anda sedang berkeringat apalagi keringat yang diakibatkan karena kegiatan fisik. Usahakan jangan langsung mandi pada saat itu juga karena dapat membuat tubuh anda lebih mudah terkena jamur panu akibat dari kelembapan kulit yang berubah drastis.

Tentang Kanker Payudara

Tentang Kanker Payudara
Kanker payudara pada wanita

a. Definisi Kanker Payudara
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.
Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh World Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17.
Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada kaum pria, hanya saja kasusnya sangat jarang.
Frekuensi kasus penyakit ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan yang terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya. Sedangkan di Indonesia, kanker payudara menempati peringkat kedua setelah kanker serviks.
b. Faktor penyebab kanker payudara
Hormon-Sensitif
Ada beberapa jenis kanker payudara yang dipicu oleh hormon estrogen atau progesteron. Biopsi dapat mengungkapkan apakah tumor memiliki reseptor untuk estrogen (ER-positif) dan atau progesteron (PR-positif). Sekitar dua dari tiga kanker payudara adalah hormon sensitif. Ada beberapa obat yang menjaga hormon dari mempromosikan pertumbuhan kanker lebih lanjut.
HER2-Positif
Sel-sel kanker payudara (pada sekitar 20 persen pasien) memiliki reseptor terlalu banyak pada proteinnya yang disebut HER2. Inilah mengapa, jenis kanker ini dikenal sebagai HER2-positif dimana cenderung menyebar lebih cepat daripada bentuk lain dari kanker payudara. Bentuk pengobatannya pun khusus dibanding jenis kanker lain.
Gen
Beberapa wanita memiliki risiko yang sangat tinggi mengidap kanker payudara dikarenakan gen tertentu. Gen-gen yang paling sering terlibat dalam kanker payudara dikenal sebagai BRCA1 dan BRCA2. Wanita dengan mutasi dalam gen memiliki 80 persen kemungkinan terkena kanker payudara dalam hidupnya. Tanyakan kepada dokter Anda apa pengobatan yang tepat untuk jenis kanker payudara Anda.

Faktor lain penyebab kanker payudara
  • Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
  • Wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.
  • Kehamilan pertama terjadi setelah berumur 30 tahun.
  • Mendapat menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun.
  • Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
  • Obesitas pasca menopause dan pemakaian alkohol.
  • Bahan kimia - Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  • Penggunaan DES (dietilstilbestrol). Wanita yang mengonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.
Perlu diingat bahwa faktor-faktor yang disebutkan di atas tidaklah selalu dapat memicu serangan kanker payudara, namun seringkali riwayat hidup seseorang yang terkena kanker payudara berhubungan dengan faktor-faktor tersebut.
c. Jenis-jenis kanker payudara

Ada berbagai jenis tumor payudara yang bisa menyerang Anda, berikut ini adalah beberapa jenis tumor payudara jinak, seperti yang dilansir Livestrong.

Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor jinak padat, dan bukan kanker. Fibroadenoma lebih sering terjadi pada wanita yang lebih muda dan tidak meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara di kemudian hari. Namun, jenis ini bisa diangkat dengan operasi jika fibroadonema tersebut besar atau menyakitkan.


Intraductal papillomas

Jenis tumor jinak payudara ini berkembang dalam saluran payudara. Saluran adalah bagian dari payudara yang membawa susu ke puting, dan massa kecil di saluran tersebut dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting. Intraductal papilloma tunggal tidak meningkatkan risiko seorang wanita dari kanker payudara, tetapi bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Sclerosing Lymphocytic Lobulitis

Jenis tumor ini yang paling sering memengaruhi wanita dengan diabetes tipe-1. Tumor dimulai pada saluran atau lobulus dan massa dari tumor tersebut biasanya keras dan kecil. Jenis ini juga tampaknya tidak dikaitkan dengan peningkatan kanker payudara.


d. Tanda dan gejala terkena kanker payudara
Tentang Kanker Payudara
tanda kanker payudara
Ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat. Berikut adalah gejala-gejala yang dimaksud:
  • Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba.
  • Perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  • Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.
  • Adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu.
  • Perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi).
  • Adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara.
  • Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Segera periksakan payudara Anda ke dokter bila timbul gejala-gejala yang telah disebutkan agar bisa segera ditangani dengan baik. Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhkan jika masih pada stadium awal.
Untuk mendeteksi secara dini, dapat dilakukan pemeriksaan sendiri pada payudara setiap 5-7 hari setelah masa menstruasi, dengan mammografi (pemeriksaan dengan sinar X), atau dengan biopsi (mengangkat sedikit jaringan kelenjar susu untuk diagnosis).

Tanda dan gejala kanker payudara menurut stadium

Gejala Kanker Payudara Pada Stadium Awal 

Pada stadium awal menuju stadium lanjut, ada beberapa gejala yang timbul. Seperti apa gejalanya? Gejala ini biasanya umum terjadi dan semakin lama semakin buruk, berikut ini adalah ciri-ciri kanker payudara antara lain: 
  • Adanya Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas. Meskipun hal ini bukan ciri-ciri kanker payudara yang pasti, namun dengan adanya pengurangan berat badan secara drastis, itu sudah merupakan indikasi bahwa ada yang salah pada tubuh. 
  • Sering demam dan adanya rasa sakit atau nyeri yang kerap datang dan sulit diobati di sekitar payudara. 
  • Perubahan dalam kebiasaan buang air kecil atau besar. Ini juga merupakan indikasi bahwa adanya ketidaknormalan pada tubuh. 
  • Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu, biasanya adanya daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu. 
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah). 
  • Payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal. 

Gejala Kanker Payudara Pada Stadium Lanjut 

Kalau pada stadium lanjut maka gejala kanker payudara akan lebih parah lagi. Pada stadium lanjut tanda-tanda kanker payudara yang paling jelas adalah sebagai berikut. 
  • Adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. 
  • Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit. 
  • Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut: Terdapat edema (bengkak) luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara). 

e. Stadium kanker payudara
Stadium dalam kanker, adalah untuk menggambarkan kondisi kanker, yaitu letaknya, sampai dimana penyebarannya, sejauh mana pengaruhnya terhadap organ tubuh yang lain. Dokter menggunakan test-test untuk menentukan stadium dari kanker. Jadi stadium belum bisa ditentukan apabila test-test itu belum komplit / selesai. Dengan mengetahui stadium, ini adalah salah satu cara yang membantu dokter untuk menentukan pengobatan apa yang cocok untuk pasien.

Salah satu cara yang dokter gunakan untuk menggambarkan stadium dari kanker adalah system TNM. System ini menggunakan tiga criteria untuk menentukan stadium kanker. Yaitu :

  1. Tumor itu sendiri. Seberapa besar ukuran tumornya dan dimana lokasinya ( T, Tumor )
  2. Kelenjar getah bening di sekitar tumor. Apakah tumor telah menyebar kekelenjar getah bening disekitarnya? ( N, Node )
  3. Kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain ( M, Metastasis )
Stadium 1
Pada stadium ini, benjolan kanker berukuran tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis diperlukan dalam stadium ini agar sel kanker tidak menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Kemungkinan pasien dapat sembuh total pada stadium ini adalah sebesar 70%.

Stadium 2
Pada stadium ini besarnya benjolan bisa mencapai 2 sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya sudah meluas hingga daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran benjolan sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar ke mana-mana. Pada stadium ini, kemungkinan penderita bisa sembuh adalah 30 – 40%. Untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, biasanya dilakukan operasi, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tersisa.

Stadium 3A
Menurut data Departemen Kesehatan, 87% kanker payudara terdeteksi pada stadium ini. Benjolan sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar hingga ke kelenjar limfa.

Stadium 3B
Pada stadium ini penyebaran sel kanker meliputi seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk, dan otot dada, serta telah menyerang kelenjar limfa secara tuntas. Jika sudah demikian, tidak ada alternatif lain selain pengangkatan payudara.

Stadium 4
Pada stadium ini, sel-sel kanker sudah merambat ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak. Bisa juga menyerang kulit dan kelenjar limfa yang ada di dalam batang leher. Sama seperti stadium 3, tindakan yang harus dilakukan adalah pengangkatan payudara.

f. Tindakan medis kanker payudara
Dalam usaha menghentikan laju pertumbuhan kanker, dokter akan melakukan beberapa tindakan. Berikut ini istilah-istilah medis untuk tindakan tersebut:

Lumpectomy
Artinya "pengangkatan benjolan". Biasanya pengangkatan ini menyisakan sangat sedikit jaringan yang sehat. Dengan lumpectomy, jaringan yang tersisa dan masih sehat diharapkan dapat membentuk kembali payudara secara alami.

Mastectomy Radical
Ini adalah tindakan pengangkatan payudara sebagian atau seluruhnya termasuk otot dada di bawah payudara, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas. Sekarang metode ini sudah jarang digunakan karena semakin berkembangnya teknologi kedokteran.

Chemotherapy (Kemoterapi)
Ini merupakan terapi pemberian obat-obatan tertentu yang sangat kuat efeknya (anti-kanker). Terapi ini bisa diberikan lewat mulut atau berupa suntikan pada pembuluh darah. Obat-obatan harus diberikan secara berulang-ulang dengan siklus yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Terapi hormon
Yaitu metode pemberian hormon yang berfungsi sebagai penghambat laju perkembangan sel kanker.

Terapi radiasi
Pengobatan ini biasanya diberikan bersamaan dengan lumpectomy atau mastectomy. Terapi ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Jika Anda mendapat vonis kanker payudara, ingatlah bahwa itu bukan akhir dari segalanya. Dokter bisa mengatakan apapun, namun Tuhan-lah yang menjadi penentu segalanya, termasuk usia Anda!

g. Pencegahan Kanker Payudara

Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. Tetapi, beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup, secara umum bisa mengurangi angka terjadinya kanker.
Saat ini, faktor yang terbukti memegang peranan penting dalam proses terjadinya tumor adalah hormon estrogen. Estrogen merupakan hormon kelamin sekunder yang berfungsi untuk membentuk dan mematangkan organ kelamin wanita, termasuk payudara, selama pubertas.
Estrogen memicu pertumbuhan dan pematangan sel di organ kelamin wanita yang disebut sel duct. Sel duct ini kemudian akan membelah secara normal. Saat-saat pematangan sel duct ini merupakan saat yang paling rentan bagi sel tersebut terkena mutasi.
Jika ada satu sel yang mengalami mutasi akibat faktor keturunan, radiasi, radikal bebas, dll, maka sel tersebut dapat membelah secara berlebihan yang seterusnya akan berkembang menjadi kanker.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa estrogen merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap resiko terjadinya kanker payudara. Apa yang dapat dilakukan masing-masing wanita untuk mencegah timbulnya kanker payudara?
  • Lakukan deteksi dini (pemeriksaan sendiri) setiap bulan setelah masa haid  dan pemeriksaan klinis (mammografi dan biopsi).
  • Hindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.
  • Penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter.
  • Menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun).
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur serta kedelai termasuk produk olahannya.
Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyebar. Pemeriksaan payudara secara pribadi hendaknya dilakukan dengan teratur setiap bulan, karena seorang wanita harus waspada dalam mencari sesuatu yang tampak atau terasa mencurigakan pada payudaranya, seperti adanya pengerasan atau benjolan.
Tidak soal seberapa kecil hasil penemuannya, ia perlu segera menghubungi dokter. Semakin dini suatu benjolan didiagnosa, semakin besar kendali yang dimiliki wanita tersebut terhadap masa depannya.
Penyakit kanker payudara termasuk salah satu penyakit ganas di seluruh dunia yang paling banyak dan merenggut nyawa. Oleh karena itu, perlu di pihak kita untuk waspada agar tidak mengidap penyakit kanker payudara. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui tanda-tanda awal akan memudahkan proses penyembuhan. Namun, akan lebih baik lagi ketika Anda bisa melawan penyakit tersebut dengan pola hidup sehat.
Copyright © 2012-2099 Penyakit - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.